KESAMAAN ANTARA JOHN LENON, KAHLIL GIBRAN DAN JESUS
Lagu John Lenon, anggota The Beatles, yang berjudul Imagine sangat populer dan sering dipakai untuk melatar belakangi acara televisi nasional maupun internasional yang berbau kemanusiaan, misalnya: musibah alam dan pertempuran. Syair lagu itu antara lain mengatakan bahwa: “Seandainya didunia ini tidak ada agama, maka dunia ini akan lebih tenang dan damai, persaudaraan akan lebih mesra, tidak ada kekerasan dan kerusuhan berdalih agama.”
Atas dasar uraian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan tentang adanya KESAMAAN ANTARA JOHN LENON, KAHLIL GIBRAN DAN YESUS. Kesamaan mereka bertiga berkenan dengan agama adalah betapa seringnya agama disalah gunakan oleh para pemuka agama dan para politisi, sehingga mengakibatkan:
-
agama
menjadi sangat membatasi ketidak terbatasan Tuhan
-
agama
menjadi sangat membatasi manusia, sehingga dunia menjadi terkotak-kotak dan
terkoyak-koyak.
-
agama
sering dipakai untuk kepentingan politik, ekonomi dan bisnis
-
agama
lalu sering menjadi sumber konflik, kerusuhan, bahkan pertempuran antar
penganutnya/suku/bangsa.
-
Pertama,
agama itu berbasis kitab suci, dan kitab suci mempunyai keterbatasan yang cukup
mencolok, seperti disebutkan dalam kitab-kitab suci Al-Quran dan Injil. Misal
dalam Al-Quran ditandaskan bahwa apabila semua ajaran Allah SWT dituliskan,
maka tinta sebanyak samudera rayapun tidak akan mencukupi. Demikian pula dengan
Injil yang menandaskan apabila semua ajaran Isa Almasih dituliskan maka dunia
beserta isinya pun tidak akan bisa memuat. Jadi dapat disimpulkan bahwa kitab
suci agama itu sangat terbatas sekali.
-
Kedua,
Allah itu tak terbatas, dari minus tak terhingga (alpha, tak tahu kapan
awalnya) dan berakhir di plus terhingga (omega, tak tahu kapan berakhirnya).
-
Ketiga,
bahwa Allah itu bukan sesuatu yang statis-beku-kaku dan hanya mengacu pada masa
lampau seperti agama, melainkan Ia adalah dinamis dan mengacu ke masa depan.
Atas dasar ketiga dalil/hukum penalaran agama diatas, maka pengetahuan dan
pelajaran tentang Allah belum selesai dan tidak pernah akan selesai! Inilah
ketiga dalil utama dari hukum utama penalaran tentang agama. Atas dasar hukum
ini, maka manusia bijak lalu berpedoman bahwa: “bukan agama yang dicari,
melainkan kitab sucinya sebagai sumber agama yang dicari, dan bukan kitab suci
yang sangat terbatas itu yang dicari melainkan kebenaran atau Tuhan yang tak
terbatas itu yang selalu dicari, dan pencarian akan rahasia Tuhan ini tidak
akan pernah selesai”.
Ki Panji Cemerlang, di Pertapaan Pustaka Didital Tanpa Batas
Komentar
Posting Komentar