KAJIAN AKADEMIS : PERANG ISRAEL LAWAN HAMAS - DUNIA TANPA AGAMA AKAN AMAN, NYAMAN DAN TENTRAM, BENARKAH ?
Berikut ini alasan/jawaban singkatnya:
1. Peran
internet di era digital (2023) telah membuat masyarakat semakin cerdas, kritis
dan bijak sana; manusia semakin sadar bahwa Tuhan ada dimana saja, kapan saja
dan dihati manusia siapa saja yang terbuka bagi kehadiranNya; dengan demikian
hubungan antara manusia dengan Tuhan tidak memerlukan biro jasa perantara/makelar
yang disebut agama. Tuhan juga tidak membutuhkan bangunan gedung yang mewah
yang pembangunannya membutuhkan dana yang banyak dan perijinan yang panjang dan
rumit untuk bertemu dengan umatNya.
2. Masyarakat
semakin sadar bahwa Tuhan tidak mungkin menciptakan agama tertentu dan beragama
tertentu untuk kemudian menghakimi agama/keyakinan lain sebagai keyakinan/agama
sampah/kafir. Tuhan memberikan kebebasan berkeyakinan kepada manusia, ada
seribu kepala - ada seribu pendapat, dan keyakinan adalah urusan pribadi yang
sangat privasi.
3. Masyarakat
semakin sadar bahwa agama adalah bisnis jasa perantara (makelar) antara manusia
dengan Tuhan berbiaya sangat tinggi dan barang dagangannya adalah surga! Agama menggunakan
konsep “KALAU HUBUNGAN MANUSIA DENGAN TUHAN DAPAT DIPERSULIT, MENGAPA HARUS
DIPERMUDAH?”, agar surga dagangannya laku keras. Alat mempersulit hubungan
manusia dengan Tuhan yang mendatangkan banyak keuntungan finansial adalah
doktrin, dogma, ritual dan seremonial dari agama. Berbagai cara untuk menarik
keuntungan dari umat diciptakan oleh agama,seperti zakat, fitrah, sedekah,
kotak amal, labelisasi halalharam, dst.
4. Masyarakat
semakin sadar bahwa agama beserta doktrin, dogma, ritual dan seremonial adalah
buatan manusia dan agama justru dianggap bagaikan penjara yang sempit bagi
manusia dan juga Tuhan, LEBIH DARI ITU DOKTRIN DAN DOGMA SERING DIPAKAI UNTUK
MENGATAS NAMAKAN TUHAN DEMI MONOPOLI KEBENARAN DIDUNIA. Tuhan dipahami sebagai
Alpha dan Omega, dalam artian tidak tahu awalnya dan tidak tahu akhirnya, maka
seribu keyakinan/agama dan ilmu pengetahuan tidak pernah dapat selesai tuntas
menggambarkan Tuhan, Tuhan memang Maha Besar. Semua nabi/rasul/sesembahan dari
keyakinan apapun tidak pernah menyatakan bahwa Tuhan menurunkan agama tertentu sekaligus
beragama tertentu! Bila ada agama, pasti itu adalah hasil rekayasa kaum ulama/agamawan
politikus licik! Dan sejarah telah membuktikan bahwa agama menjadi sumber utama
bagi : perselisihan, dinding pembatas, kerusuhan dan pertumpahan darah dunia!
Dapat dirasakan bahwa Tuhan tidak berkenan pada agama.
5. Kelompok
manusia licik (politikus) semakin sadar bahwa dengan mengatas namakan Tuhan dan
agama maka kekuasaan dan harta benda dapat diperoleh dengan mudah. Agama lalu
dijadikan alat politik dan bisnis dengan tujuan untuk kekuasaan dan harta
benda, tentu saja yang untung besar adalah para manipulator agama, yang buntung
adalah umat beragama beserta negara yang terpaksa menyediakan anggaran belanja
negara yang diminta oleh partai politik berbasis agama. Agama dapat dipakai
untuk membodohi manusia yang tidak kritis dan minim akal sehatnya (bodoh);
Agama juga dapat dipakai untuk memberdayai orang baik yang asal-asalan cari tuhan
dan agama secara membabi buta. Bagi negara modern yang cerdik, cara termudah
memberhentikan kemajuan dan kemakmuran negara berkembang seperti Indonesia
adalah dengan memenjarakan akal sehat bangsa lewat agama; jadi agama adalah
alat canggih bagi negara maju untuk menghentikan langkah maju suatu bangsa.
Cara membuat suatu negara mabok agama adalah mencampur adukan urusan negara
dengan urusan agama. Para politikus bagaikan merampas kekuasaan Tuhan secara
halus dan tersamar lewat agama!
6. Masyarakat
semakin sadar bahwa untuk keperluan marketing agama maka sifat Maha Pengasih
dan Penyayang dari Tuhan sangat diutamakan/diobral, sedangkan sifat Maha Adil
kurang digubris dan dinomor sekiankan, maka tidak heran di negara yang sangat
agamis korupsinya meraja lela – sulit dibasmi, agama dan koruptor bagaikan
saling membutuhkan – agama membutuhkan kucuran dana, koruptor membutuhkan
pengampunan dosa untuk masuk surga (surga diobral murah oleh agama). Agama bagaikan
mesin pencuci dosa (sin laundry) dan obat analgetik (penghilang rasa bersalah
dan rasa berdosa, tidak menghilangkan penyebab dosa).
7. Masyarakat
semakin sadar bahwa kemunduran suatu bangsa ada hubungannya dengan agama,
sebagai contoh negara-negara di Amerika Latin dan di Timur Tengah. Sejarah
telah membuktikan bahwa setiap agama mampu membuat umatnya/bangsanya menjadi
mabok agama lalu kehilangan akal budi dan rasa malu, untuk kemudian mengalami
pencerahan kembali setelah agama tidak lagi menjadi kebutuhan utama. Manusia
yang mengalami pencerahan tidak lagi mencari agama buatan manusia, melainkan
mencari Tuhan beserta kebenaranNya dalam bentuk ajaran/keyakinan yang jamak dan
bervariasi (ilmu pengetahuan); ibarat taman indah – ajaran Tuhan bagaikan taman
bunga yang warna-warni yang indah sekali, bukan sekedar berisi satu jenis bunga
mawar saja.
8. Internet
berjasa besar dalam membongkar kebohongan dan kebusukan agama yang
disembunyikan dengan rapi. Agama bagaikan dikuliti sampai dengan tulang
belulangnya, berbagai kesalahan fundamental dibeberkan di internet terutama di
Youtube dengan jelas, gamblang, sistematis, dan jujur karena berbasis data, fakta
dan kebenaran. Masyarakat juga semakin sadar bahwa untuk mempelajari MAHA BESAR
DAN MAHA KUASA TUHAN BESERTA ALAM SEMESTA CIPTAANNYA, lebih baik menggunakan
konsep Artificial Intelligent seperti aplikasi Google Bard dan ChatGPT yang
jauh lebih bermutu dari pada sistim pengajaran yang cuma satu arah (tidak
interaktip, apalagi brain washing). Dapat diramalkan bangunan tempat ibadah
yang menjamur di Indonesia akan sepi pengunjung dan mungkin akan beralih fungsi
menjadi gedung pertemuan serba guna (mirip kejadian bangunan gereja di Eropa).
Bila memang membutuhkan pertemuan dengan banyak audiens, maka fasilitas di
internet tersedia dengan mudah dan bahkan gratis, misal ZOOM atau GOOGLE MEET.
9. Atas
dasar berbagai fakta dan kenyataan diatas, manusia milenial yang cerdas dan
berakal budi lebih memilih konsep BERKEYAKINAN/BERKETUHANAN TANPA BERAGAMA
tanpa mengkafirkan keyakinan yang berbeda, bahkan saling menghormati keyakinan
yang ada didunia (kesetaraan) dan saling melengkapi. Konsep ini lebih flexibel
karena manusia dapat belajar ribuan keyakinan dan ilmu pengetahuan yang
melambangkan ke MAHA BESARAN TUHAN yang tersedia di internet untuk dipelajari
tanpa perasaan takut/cemas melanggar dogma/doktrin agama. Konsep ini diharapkan
akan membuat manusia di dunia menjadi aman, nyaman, tentram dan sejahtera,
sebagai contoh adalah negara-negara di Scandinavia (Swedia, Denmark, Finland,
dst.). Diramalkan brain washing agama selama kanak-kanak sampai dengan remaja
mulai luntur, karena dicuci dan dibersihkan lewat pelajaran, pendidikan dan
perdebatan terbuka yang lebih bermakna, jujur, lugas, berbasis data dan fakta
di internet.
10. Khusus
untuk Islam, Nabi Muhammad adalah satu-satunya nabi yang mengajarkan: tuhan yang
sangat khas Arab menurunkan agama Islam, sekaligus tuhan ini beragama Islam, dan
berbudaya Arab dan hanya mampu berbahasa Arab (yang diklaim bahasa surga), tuhan
yang menurunkan kitab Alqouran dalam bahasa Arab lewat malaikat Jibril yang
sulit dipelajari maka harus ditafsirkan hanya oleh ulama Arab jaman jahiliah
(sepandai apapun, semodern apapun, ulama non Arab tidak diperkenankan
menafsirkan Alqouran, tafsir adalah hak khusus Ulama Arab), tuhan yang mengkafirkan
semua keyakinan di luar bangsa Arab dan mengklaim tinggal di Mekah dimana umat
Islam wajib sembahyang menghadap ke Mekah dan wajib bertamu ke Mekah (haji), dan tuhan
yang memerintahkan membasmi bangsa Yahudi dan umat Kristen. Menurut pakar
filsafat, hanya Islam yang mengajarkan agama yang bersifat: kebenaran lokal
(kilafah dan syariah), terbatas jangka waktu (abad 7 sd 9) dan berbasis budaya
lokal bangsa Arab. Namun nabi virtual ini menyatakan bahwa Islam agama terakhir
dan nabi terakhir. Tuhan universal dari ajaran Hindu, Budha, Kristen, dan
keyakinan yang lain tidak berkenan pada agama.
Detik ini (2023), kecenderungan manusia modern
di era digital adalah memilih konsep BERKEYAKINAN TANPA BERAGAMA, maka tidak
heran bila AGAMA SEMAKIN DITINGGALKAN.
Mari mawas diri dan waspada, AGAMA ADALAH
EKONOMI BIAYA SANGAT TINGGI BAGI UMAT DAN BANGSANYA KARENA TELAH MENGHABISKAN
SUMBER DAYA: WAKTU, TENAGA, BIAYA (APBN) DAN PIKIRAN SERTA MENYEBABKAN
KEMUNDURAN AKAL BUDI BANGSA INDONESIA! Semoga pemerintah Indonesia tidak mencampur
adukan urusan negara dengan urusan agama yang sangat pribadi dan privasi agar
negara tidak kacau balau dan mundur.
Salam Pancasila, Forum Cerdas Berkat Digital,
London, UK. Edisi mid 14 Okt
SUMBER
PUSTAKA PLUS RESEP MANJUR ANTI MABOK AGAMA:
-
Dr Mahatir: Orang Melayu Bodoh Karena Ustaz?
https://youtu.be/3O9_IsSAqtc?si=hVt0pWnpwn574Tc1/
-
KTP Alat Politik Identitas,
https://youtu.be/kwdzu_L-uSE?si=MUfDrKygvxLdJ44s/
-
Di Indonesia, jualan agama paling laku, link di
https://youtu.be/Ga6wGFhdaHM?si=mmVek6wwBBPg1U1C/
-
Ini Penyebab Banyak yang Murtad,link di
https://youtu.be/0XoOekEuJBw?si=Jxrp36FNAaduJNKy/
-
Ustadz kondang:Tiap hari 150 orang Muslim murtad – Benarkah?
https://youtube.com/shorts/vVnw8Do62wA?si=xD_IR9OmgNyrxlbL/
-
Agama Islam Memperdayai Orang Baik, link di
https://www.youtube.com/live/YTuxOqp4nn8?si=e12bVl4gOd2sZBiv/
-
Nabi Muhammad dan Sumber Rejekinya, link di
https://youtu.be/krEP5jhmm1s?si=W2w5S_yOccbVSJLU/
-
Asal Mula Alquran Menurut Para Ilmuwan, link di
https://www.youtube.com/live/SKW03nv8dbQ?si=eXEVW9yXRszYKPQW/
-
5 Dalil Jika Al-quran Bukan Firman Allah,
https://youtu.be/r1jD-h0qQKM?si=eDUZU75mmvfdvjyi/
-
DR. TOM HOLLAND MEMBONGKAR SEJARAH ISLAM YANG DISEMBUNYIKAN,
link di
https://youtu.be/3eLlbgHnveU?si=G-57R_mv2Mnq_J24/
-
Muslim Indonesia Debat Dengan Christian Prince, link di
https://youtu.be/wEXCe-zG_o8?si=JbTgs5uLNwOJ_DEe/
-
BILL WARNER PhD (SUBTITLE INDONESIA) Memahami Islam dari sisi
Akademis,
https://youtu.be/2__JMtc3n_I?si=1P0s3B5Sbvpt6H_q/
-
BLOG
BERKEYAKINAN TANPA BERAGAMA DEMI NYAMANNYA DUNIA link
di http://keyakinan789.blogspot.com/
Komentar
Posting Komentar