AJARAN YESUS - BERTUHAN, BERAKAL BUDI , TANPA BERAGAMA. RESEP MASAKAN HATI NURANI DAN PIKIRAN ALA YESUS YANG RAMAH LINGKUNGAN DAN BEBAS DARI AGAMA.

AJARAN YESUS - BERTUHAN, BERAKAL  BUDI , TANPA BERAGAMA. RESEP MASAKAN HATI NURANI DAN PIKIRAN ALA YESUS YANG RAMAH LINGKUNGAN DAN BEBAS DARI AGAMA. ALASAN MENGAPA  SAYA PERCAYA YESUS YANG MENGAJARKAN HUKUM DASAR KETUHANAN DAN KEMANUSIAAN SERTA MENJANJIKAN SAYA BISA HIDUP DI 5 DIMENSI. APAKAH AGAMA MASIH RELEVAN DI ERA DIGITAL?

Catattan: Sumber Pustaka dapat dilihat pada deskripsi video.

 

Sebagai ilmuwan dibidang Teknologi Informasi yang memilih konsep Bertuhan Tanpa Beragama, saya percaya ajaran Yesus dengan alasan:

1. Yesus mampu mengatasi ruang dan waktu, minimal Beliau hidup di 5 dimensi: ruang (panjang, lebar, tinggi), waktu dan spiritual 

2. Ajaran Yesus tidak ada bandingnya didunia ini: mencintai Tuhan, mencintai sesama dalam artian adil dalam memperlakukan sesama seperti memperlakukan untuk dirinya sendiri, dan rela memaafkan dan mendoakan orang yang berbuat jahat/salah kepada saya.

Ini adalah HUKUM DASAR  KETUHANAN DAN KEMANUSIAAN: CINTA KASIH YANG BERKEADILAN DAN YANG RELA MEMAAFKAN. 

3. Yesus mampu mengalahkan kematian dan sekaligus berjanji kepada saya (manusia) untuk hidup seperti dia setelah kematian (surga). Untuk ikut Yesus ke surga, diperlukan integritas satunya antara pikiran, perkataan dan perbuatan yang berlandaskan ajaran Yesus diatas. Percaya pada ajaran Yesus harus memakai akal budi yang sehat, bukan percaya membabi buta.

4. Yesus tidak suka agama yang penuh dogma, tidak membuat agama apalagi memeluk agama tertentu, lebih hebat lagi tidak pernah menjadikan urusan agama urusan negara. Yesus memberi ajaran dasar bagi kemanusiaan, moral dan etika. 

5. Yesus terus memerintahkan manusia untuk terus belajar sebab Injil bukanlah kitab Science dan teknologi. Dipenutupan Injil dikatakan bila semua ajaran Yesus dituliskan maka bumi dan segenap isinya tidak akan muat. Konsep Tuhan sebagai Alpha Omega, tidak tahu kapan berawal dan kapan berakhir,  tidak mungkin ditulis dan dimengerti sebatas buku tipis seperti kitab suci agama. Ini sangat beda dengan klaim suatu ajaran bahwa bukunya telah final dan sempurna dan komplit (benarkah ini atau sekedar hoax?). Bagi Yesus Ilmuwan pemenang Nobel adalah nabi juga sebab memberi nubuatan tentang dimensi akal sehat dan akal budi dari manusia yang berasal dari Tuhan.

6. Ajaran Yesus tidak aneh2, tidak mengajar: cara mandi, berpakaian, berjanggut, makan minum, cara cukur bulu kemaluan, cara berdoa yang seperti jadwal bis kota dan menghadap kearah kota tertentu, dst. Bukan pula mengajarkan hukum adat istiadat bangsa tertentu yang mudah ketinggalan jaman.

7. Ajaran Yesus bersifat universal bukan bersifat nasional yang harus mengikuti budaya dan bahasa tetentu. Jadi bukan suatu ajaran yang unik dan ditujukan pada suku bangsa tertentu.

8. Metode pengajaran Yesus luar biasa, menggunakan perumpamaan sehingga tidak bisa usang, penuh tanya jawab dan debat, sehingga mendidik murid2nya jadi cerdik, cerdas dan bijaksana. Ajaran Yesus bukan memakai metode paksaan, hafalan, dan cuci otak dengan bahasa tertentu dan tidak boleh didebat! Yesus tidak takut pada ajaran lain, maka tidak ada larangan untuk belajar  dan mengkafirkan ajaran lain ; Yesus juga tidak butuh pembelaan ala organisasi Mafia seperti lewat  intimidasi, teror, pengucilan, pemajakan, kekerasan, pembunuhan, phobia ajaran bahkan UU Penistaan ajaran.

9. Yesus tidak pernah mengajarkan manusia untuk:  membunuh, berbohong, membedakan SARA (suku, agama dan ras), dan merendahkan martabat wanita sekedar obyek seks pria.  Yesus tidak pernah memegang pedang, apalagi berperang, menyakiti dan membunuh orang, sebaliknya Yesus malah menghibur yang susah, menyembuhkan yang sakit dan menghidupkan yang mati. Yesus tidak memiliki visi misi untuk memecah belah negara atas dasar konsep negara dan hukum yang sudah ketinggalan jaman, misal tinggalan sebelum abad 10.

10. Buku ajarannya ditulis oleh para muridnya secara teratur, rapi dan bernakna dalam,  bagaikan buku yang dihasilkan dari: Kuliah dan praktek Maha Guru (Professor) Cinta Kasih, yang kemudian ditulis menjadi buku pegangan utama (text book, injil) oleh para muridnya dan saksi mata. Ajaran Yesus juga tidak kontradiksi dan kontroversi satu sama lain, karena ditulis oleh para saksi mata, bukan ditulis seratus tahun kemudian oleh politikus bukan saksi mata. Yesus adalah Tuhan yang menjadi manusia, bukan manusia menjadi Tuhan, ataupun Tuhan yang menjadi buku. Tuhan tanpa Yesus, bagaikan Tuhan yang bisu tuli buta (karena Tuhan turun tidak berupa buku). 

11. Yesus keturunan bangsa terpilih yang cerdas, cerdik dan pandai bisnis, yaitu bangsa Yahudi, bukan dari bangsa yang terkenal abal2 yang menghasilkan negara abal2 (kacau balau, terbelakang, sumbu pendek dan penuh kerusuhan serta kekejaman). Walaupun Yesus bangsa Yahudi, namun ajarannya tidak dikaitkan dengan budaya bangsa Yahudi, dan karena bukan agama maka tidak butuh ritual dan seremonial yang terkait budaya tertentu, ber tele2 dan menyita waktu kerja.

12. Yesus memperingatkan manusia akan adanya serigala berbulu domba alias nabi palsu, nabi yang dituntun oleh setan yang berpenampilan malaikat (bagaikan ayat2 setan), nabi ini tanpa: nubuat, mukjijat, saksi mata, silsilah keluarga, bukti historis dan tidak punya kepastian arwahnya bisa hidup di dimensi lain. Nabi palsu tidak memiliki integritas satunya antara pikiran, perkataan dan perbuatan; nabi palsu memiliki konsep tentang tuhan, malaikat dan kitab sucinya sendiri.  Yesus melarang murid2nya percaya membabi buta pada sekedar omongan manusia yang menjurus ke legenda seperti Ratu Laut Selatan (Nyi Roro Kidul). Nabi palsu berbasis legenda mencampur adukan ajaran bisnis dan politik yang dibungkus ajaran agama untuk sekedar keperluan duniawi.

13. Yesus sangat konsisten menentang Tuhan yang diremehkan dan dihinakan lewat politisasi dan bisnisisasi agama (salah satu sebab mengapa Yesus disalib dan dibunuh oleh majelis ulama politikus Yahudi). Yesus meruntuhkan pembodohan lewat agama dan dogma lewat cuci otak yang dimulai sejak kecil; Yesus mengajar pada manusia dewasa lewat diskusi dan debat,  bukan cuci otak sejak kecil. Yesus sangat menyayangi dan menghargai masa kanak2 manusia yang lebih membutuhkan Budi Pekerti dan bermain serta berkreasi. Nabi palsu menggunakan metode cuci otak dan hafalan untuk membentuk alam bawah sadar akan ajarannya yang tidak boleh diperdebatkan.

14. Tentang Tuhan Yang Maha Kuasa dan Maha Besar, otak manusia sekepalan tangan  jekas tak mampu mewadahi pengetahuan tentang Tuhan; jadi, apakah Tuhan mau menjadi seperti dewa dewi Hindu, Tri in one atau Trinitas atau Esa yang kompleks namun indah (jasmani-akal budi-rohani, uap- padat-cair), atau terlalu simpel sekali sebagai cukup Satu zat saja, atau Partikel atom Tuhan, atau apakah Tuhan mau jadi manusia (Yesus) atau abdi manusia (Semar) atau jadi Alien atau jadi batu hitam yang disembah; manusia tidak pada tempatnya melarang keinginan Tuhan. Alam semesta tanpa batas, apalagi Tuhan penciptanya; akal sehat saya bagaikan menyatakan Yesus adalah Alien super baik super cerdas dari dimensi yang belum bisa dijangkau oleh manusia saat ini dan Yesus menyatu dengan Tuhan Jawamirip Manunggaling Gusti lan Kawulo atau Semar. Ajaran dari Tuhan yang memanusia tentu lebih dalam, luas dan bermakna dari pada ajaran manusia yang fana.

15. Saya pribadi lebih melihat Tuhan dari sisi akal sehat dan kata bijak:"Pohon dilihat dari buahnya", ajaran dari Tuhan yang benar pasti membuahkan pikiran, ucapan dan tindakan yang baik dan benar (integritas) dari pengikut ajaran itu. Dan saya pribadi melihat fakta bahwa ajaran Yesus membuahkan hal yang sangat baik didunia maupun di alam spiritual. Salah satu fakta, sepuluh negara paling nyaman dan tentram untuk ditinggali di dunia, didominasi  oleh negara yang menganut ajaran Yesus (hasil survey PBB, saksikan sendiri di Youtube).

16. Ajaran Yesus akan lebih nampak manfaatnya setelah kematian manusia yaitu adanya jaminan hidup didimensi lain. Selama didunia, banyak manusia tergoda mengikuti konsep: KEUANGAN YANG KUASA, SCIENCE YANG PERKASA, DAN POLITIK YANG ADIDAYA; suatu konsep yang haus:  kekuasaan, sex, politik, kemunafikan dan ketidak jujuran (hedonisme). Yesus berkata: "Akulah jalan, kebenaran, dan hidup: tidak ada manusia yang datang kepada Bapa, tanpa melalui Aku" (Yohanes 14:6), ini janji Yesus yang tidak ada bandingnya didunia. 

Sebagai penutup, di saat Zaman Kegelapan, abad 14, jaman mabok agama, segala keputusan pemerintah dan hukum negara tidak diambil berdasarkan demokrasi di parlemen seperti ketika zaman Kekaisaran Romawi. Keputusan tersebut diambil oleh majelis dewan Gereja. Tidak setiap individu berhak berpendapat karena pada zaman itu yang berhak mengeluarkan pendapat-keputusan adalah para ahli agama Katolik. Eropa saat itu mengalami kemunduran hebat (wikipedia).  Sekarang manusia modern yang cerdas dan bijaksana sudah semakin banyak meninggalkan agama buatan manusia; karena agama bagaikan penjara bagi manusia dan Tuhan; manusia bijak beralih mencari Tuhan beserta kebenarannya bukan lagi mencari agama yang sering menjadi sumber konflik manusia karena ingin memonopoli kebenaran dan surga. Injil bukan ajakan memeluk agama Kristen, melainkan berita gembira adanya keselamatan baik didunia maupun disurga, mohon jangan disalah pahami; jadi agama tidak diperlukan untuk menerima ajaran Yesus.

Demikian sepintas alasan saya mengagumi dan mengimani Yesus lebih dari guru/nabi/rasul yang lain 

Rahayu. Sri Kresna. Bertuhan Tanpa Beragama, bukan Beragama Tanpa Bertuhan. Sesuai Sila Pertama Pancasila: Ketuhanan Yang Maha Esa, bukan Agama yang maha kuasa, apalagi Keuangan yang maha kuasa. Mohon tulisan ini disharekan untuk bahan diskusi/debat atau direvisi agar manusia tidak mabok kepayang pada agama; dan tuliskan pengalaman spiritual anda sendiri. Saksikan dan rasakan sendiri ajaran Yesus dari video dibawah ini: 

https://youtu.be/7rCk8lQZShg/

https://youtu.be/X_ica-hQu8k/

https://youtu.be/i3j7NTO2mHo/

https://youtu.be/F4q6-gm3Fx4/ 

https://youtu.be/argK_BfmZMk/ 

Terima kasih videonya yang bagus.

 

Komentar